SCROOL UNTUK BACA BERITA
ACEHACEH TENGAHBERITANASIONAL

Aceh Tengah: Telur Mewah di DPRK, Jembatan Tua Nyaris Putus, Pemerintah Lamban

×

<span style="color: #3366ff;"><strong>Aceh Tengah: Telur Mewah di DPRK, Jembatan Tua Nyaris Putus, Pemerintah Lamban</strong></span>

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah, zattoday.net – Jembatan tua di Kemukiman Pameu, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, nyaris putus dan tidak dapat dilalui. Kondisi ini memicu kecemasan serius di kalangan warga Desa Tanjung dan Merande Paya, terutama jelang perayaan Idul Adha.

Gilang Ken Tawar, Ketua Aliansi Masyarakat Gayo (AMG), menyampaikan kritik keras terhadap pemerintahan setempat. “Pihak instansi terkait dan pimpinan daerah saat ini sudah tahu bahwa jembatan di desa Tanjung sudah rusak puluhan tahun, tapi mereka tutup mata terhadap rakyatnya di Kecamatan Rusip Antara,” kata Gilang, Kamis, 5 Juni 2025.

Gilang juga menyoroti penggunaan anggaran Rp500 juta untuk belanja bahan dapur rumah dinas pimpinan DPRK. “Pihak DPRK juga sudah tahu persoalan jembatan tua ini, tetapi kok sibuk urusan perut pokir telor di kantor yang katanya perwakilan Rakyat (DPRK), tidak ada rasa kemanusiaan sama sekali, Lamban dan tidak amanah,” tegasnya.

Baca juga beritanya 

Siswa SMP 37 Aceh Tengah Dikeroyok 3 Kakak Kelas, Orang Tua Korban Menuntut Keadilan

“Kita bicara soal jembatan, nyawa bagi masyarakat pedalaman. Tapi pejabat lebih fokus pada anggaran rumah tangga. Di mana rasa kemanusiaan para wakil rakyat ini?” sindir Gilang.

Menurut AMG, DPRK Aceh Tengah terlalu fokus pada pengelolaan anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) yang tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, melainkan hanya bersifat seremonial dan konsumtif.

AMG menilai bahwa pemerintahan setempat gagal menjalankan amanah dan lebih fokus pada kegiatan pencitraan tanpa gebrakan nyata. “Masyarakat kita sudah bisa menilai sampai hari ini dan ini lebih 100 hari kerja yang dipimpin oleh Haili Yoga dan Muchsin Hasan serta Lembaga DPRK saat ini tidak ada kerja nyata,” Ucap Gilang.

Baca juga beritanya  Satgas TMMD Ke- 126 Melaksanakan Pendampingan Posyandu Dan Pencegahan Stunting

AMG mendesak pemerintahan setempat untuk mengalihkan anggaran tidak prioritas ke infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Mereka juga mendesak percepatan perbaikan Jembatan Gantung di Kecamatan Rusip Antara.

“Kalau tidak ada tindakan nyata dalam waktu dekat, AMG akan memobilisasi masyarakat untuk menyuarakan hak-haknya di jalan. Kami siap turun dan teriak,” tutup Gilang. ***

Respon (2)

  1. Hi https://zattoday.net/aceh-tengah-telur-mewah-di-dprk-jembatan-tua-nyaris-putus-pemerintah-lamban/,

    Could you please tell me if you want to show your website on top in Google searches and to increase organic traffic on your website.

    We are a digital marketing company that deals in SEO and we can bring your website to the first page of Google as we are helping more than 100+ websites to get them top in Google.

    Please let me know if you would like to discuss this opportunity.

    If you are interested, I can send you our past work, pricing and proposals.

    Thank you,
    Nancy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *